Jumat, 10 Agustus 2007

26 Juli 2007 Basis Data

Bicara soal “Basis Data” (database), ternyata mempunyai peran yang sangat penting baik dalam lingkungan perusahaan ataupun pribadi. Informasi dapat diperoleh dengan cepat berkat data yang mendasarinya telah disimpan dalam basis data. Dengan menggunakan perangkat lunak basis data seperti Microsoft Access, seseorang bisa mengelola data yang menjadi urusan pribadi (seperti data belanja bulanan, data telepon) sampai yang menjadi urusan perusahaan. Sebagai contoh, secara umum penggunaan basis data seperti mekanisme pengambilan uang di ATM. Pertama, system akan memvalidasi keabsahan pemilik kartu dengan memeriksa password, jika sesuai selanjutnya memeriksa saldo uang tercatat dengan jumlah uang yang akan diambil. Jika memenuhi syarat maka uang akan dikeluarkan oleh mesin.
Secara fisik data dalam database disimpan dalam bentuk kumpulan bit dan direkam dengan basis track didalam media penyimpanan eksternal. Untuk mengatasi kelemahan sistem pemrosesan yang berbasis berkas, telah dibuat DBMS (DataBase Management System) yang memudahkan pemakai dalam mengelola basis data. Pada pendekatan ini perancangan sistem didasarkan kebutuhan individu pemakai, jadi setiap ada kebutuhan baru dari pemakai, kebutuhan segera diterjemahkan kedalam program komputer. Akibatnya, besar kemungkinan program aplikasi menuliskan data sendiri juga kemungkinan data yang sama terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan program aplikasi lain. Adapun keuntungan DBMS :
Independensi data
Pengaksesan yang efisien terhadap data
Keamanan dan integritas data
Administrasi data (redundansi data dapat diminimalkan)
Waktu pengembangan aplikasi diperpendek
Dapat diakses bersama dan melindungi dari efek kegagalan system
Menurut Williams & Sawyer pada tahun 2003, basis data berdasarkan pengaksesannya dibagi menjadi 4 :
Basis Data Individual
Digunakan dan didesain oleh perseorangan, banyak dijumpai dilingkungan PC. Contoh perangakat lunak yang biasa digunakan mengelola basis data untuk pribadi seperti Visual dBase, Microsoft Access, Corel Paradox, dan Filemaker Pro.
Basis Data Perusahaan
Dimaksudkan untuk diakses oleh sejumlah pegawai di perusahaan dalam sebuah lokasi dan didesain oleh administrator data (Data Administrator / DA). Basis data jenis ini disimpan dalam sebuah server dan pemakai dapat mengakses masing-masing komputer yang berkedudukan sebagai client.
Basis Data Terdistribusi
Basis data jenis ini disimpan pada sejumlah komputer yang terletak pada beberapa lokasi juga didesain oleh DA. Biasanya digunakan pada bank yang memiliki sejumlah cabang di berbagai kota dan melayani transaksi perbankan yang bersifat online.
Bank Data Publik
Jenis basis data yang dapat diakses oleh publik dan didesain oleh DA. Contohnya, banyak situs web yang menyediakan data bersifat publik dan dapat diambil baik secara gratis ataupun dengan membayar iuran adakalanya seseorang harus menjadi anggota untuk memperolehnya.
Sekumpulan konsep terintegrasi yang dipakai untuk menjabarkan data, hubungan antardata, dan kekekangan terhadap data yang digunakan untuk menjaga konsistensi dalam basis data biasa disebut model data (struktur data logis). Secara umum model data dibagi :
Model Data Hirarkis
Model ini dijabarkan dalam bentuk pohon terbalik. Didalamnya dikenal istilah orangtua dan anak. Masing-masing berupa simpul dan terdapat hubungan bahwa setiap anak hanya bisa memiliki satu orangtua, sedang orangtua dapat memiliki sejumlah anak. Simpul tertinggi yang tidak memiliki orangtua disebut akar.
Disini dimaksudkan bahwa pengaksesan data dapat dilakukan sangat cepat disebabkan hubungan antardata yang telah ditentukan di depan. Kelemahannya, karena struktur data harus didefinisikan di depan, penambahan field baru memerlukan penentuan ulang terhadap struktur keseluruhan. Contoh DBMS dengan model ini yaitu IMS (IBM).
Model Data Jaringan
Dibuat untuk mengatasi masalah model hirarkis. Yakni adanya hubungan M : M (setiap orangtua dapat memiliki sejumlah anak, begitu sebaliknya). Bentuknya hampir sama, bedanya kalau model ini tidak mengenal akar, setiap anak bisa memiliki lebih dari satu orangtua. Contoh DBMS dengan model ini yaitu IDMS/R (Computer Associates).
Model Data Relasional
Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua yang tersusun atas sejumlah kolom dan baris. Hubungan antara dua buah tabel dapat berupa :
1 – 1 : satu data pada suatu tabel berpasangan dengan hanya satu
data pada tabel lain.
1 – M : satu data pada suatu tabel berpasangan dengan banyak data
pada tabel lain.
Secara konsep, tabel harus memiliki kunci primer (kunci yang tersusun dari sebuah kolom atau beberapa kolom) yang berperan sebagai identitas tak kembar. Selain itu ada kunci tamu yaitu sebuah kolom dalam sebuah tabel yang menjadi penghubung kunci primer pada tabel lain. DBMS yang menggunakan model ini yaitu RDBMS (Relational DataBase Management Sistem) seperti Ingres dan Interbase.
Model Data Berbasis Objek
Model ini menerapkan teknik pemrograman berorientasi objek, maksudnya mengemas data dan fungsi untuk mengakses data kedalam bentuk objek. Contoh DBMS model ini yaitu OODBMS (Object Oriented DataBase Management Sistem).

J…Akhirnya selesai juga rangkuman materinya. Oya, disini aku cuma pengen nambahin, kalau ketiga basis data selain yang individual didesain oleh administrator data sekaligus dikelola oleh seorang spesialis yang dinamakan DBA (DataBase Administrator). DataBase Administrator yaitu spesialis teknologi informasi yang bertanggung jawab mengelola basis data saat system telah berjalan, tugasnya mengalokasikan ruang untuk basis data, memonitor dan mengoptimalkan kinerja basis data, memantau dan mengontrol keamanan basis data. Data Administrator yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan data dalam suatu perusahaan, termasuk menentukan definisi dan standar data dalam perusahaan.

Tidak ada komentar: